Beranda / Potensi Desa / Dari Hobi Jadi Rezeki
Dari Hobi Jadi Rezeki
Kamis 18 Mei 2017

PAKEL- Bagi sebagian orang, layang-layang mungkin hanyalah mainan pemuas hobi. Namun, di tangan warga Desa Pakel, Kecamatan Andong, Boyolali, Sumarno, layang-layang juga menjadi karya seni yang mendatangkan rezeki.

Awalnya, Sumarno hanya membuat mainan dari kertas berkerangka bambu itu untuk menyalurkan hobinya menerbangkan layang-layang saat musim kemarau tiba. Warga Dukuh Pereng RT 001/RW001 itu tidak pernah menyangka hobinya bermain layang-layang bakal mendatangkan rezeki.

Pria berusia 52 tahun itu menciptakan layang-layang raksasa yang telah terkenal di seantero Boyolali.  Ukuran layang-layang yang dibuat Sumarno bervariasi, mulai dari dua setengah meter hingga sepuluh meter. Dalam satu hari, dia bisa merakit 16 layang-layang berbagai ukuran.

Sumarno menggunakan bahan baku bambu wulung hitam untuk merakit kerangka layang-layang. Uniknya, dia tidak memakai kertas sebagai hiasan layang-layang. Sumarno memilih menggunakan plastik serta bekas bungkus semen untuk menghias layang-layang bikinannya.

“Nanti kalau hujan, layang-layang dari plastik ini bisa tahan air. Kalau bahan kertas kan enggak tahan air,” ujar Sumarno. Sebuah layang-layang dengan ukuran sepuluh meter dengan dibingkai hiasan lampu menjadi salah satu hasil karya paling unik dari Sumarno. Layang-layang itu menanti pembeli yang bisa mengambilnya di rumah Sumarno.

Selama ini, Sumarno memang tidak memasarkan layang-layang buatannya secara besar-besaran. Para pembeli biasa datang ke rumah produksinya untuk mengambil layang-layang yang mereka pesan. Jika berminat membeli atau memesan layang-layang sesuai dengan karakter yang Anda inginkan, Sumarno bisa dihubungi di nomor telepon 085293091109.

Harga layang-layang yang dibanderol Sumarno bervariasi. Layang-layang dengan ukuran paling kecil hanya dijual seharga Rp10.000, sedangkan layang-layang terbesar bisa mencapai harga lebih dari Rp100.000. Selain membuat layang-layang, Sumarno juga memelihara ternak titipan tetangga untuk menambah penghasilan. Dia merawat sekitar 20 ekor kambing milik tetangganya di pekarangan rumahnya. Dia berhak mendapatkan sebagian hasil penjualan saat kambing-kambing itu dijual pemiliknya.

Potensi Desa LAINNYA
Pakaian Dalam Datangkan Omzet Jutaan
Rabu 22 November 2017
Potensi Ekonomi Roti Dua Putri
Rabu 18 Oktober 2017
Tas Kualitas Atas
Rabu 22 November 2017
Sangkar Kokoh, Harga Terjangkau
Rabu 22 November 2017