Beranda / Potensi Desa / Kerupuk Murah Rasa Mewah
Kerupuk Murah Rasa Mewah
Rabu 22 November 2017

PAKEL – Merantau tidak selamanya menjadi pilihan tepat bagi sebagian masyarakat di pedesaan. Warga Dukuh Pereng RT 001/ RW 001, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Boyolali, Muchtarom,merasakan pahitnya hidup dikota orang.

Muchtarom pernah menjajal merantau ke Wonogiri bersama kakaknya pada 1986. Selama 10 tahun, dia harus berjuang hidup dengan serba kekurangan di daerah yang minim air dan listrik.

Muchtarom membuka usaha pembuatan kerupuk sebagai cabang industri milik kakaknya. Usaha mandiri itu terus berkembang sehingga Muchtarom kemudian memutuskan kembali ke Desa Pakel pada 1997.

Pengalaman merantau di Wonogiri selama 10 tahun menjadi modal bagi Muchtarom untuk membuka usaha pembuatan kerupuk bandung pertama di Desa Pakel. Selama periode 1990 hingga 2002, usaha Muchtarom terus meningkat. Setiap hari, dia bisa memproduksi sekitar dua kuintal kerupuk. Dia mempekerjakan puluhan karyawan untuk membantu produksi dan pemasaran kerupuk.

Namun kini, penjualan kerupuk Bandung agak lesu. Produksi kerupuk menurun menjadi 50 kg per hari. Pekerja di pabrik kerupuk milik Muchtarom hanya tersisa 10 orang, lima karyawan membantu produksi sedangkan lima lainnya memasarkan kerupuk secara berkeliling menggunakan sepeda motor.

Sebagian besar karyawan Muchtarom beralih profesi sebagai pengusaha roti atau merantau ke Jakarta. Oleh karena itu, dia kesulitan memperluas pemasaran produknya. Bapak tiga anak itu membutuhkan lebih banyak karyawan untuk membantu pemasaran kerupuk.

Muchtarom biasa memasarkan kerupuk ke Pasar Bolong Kalioso Karanganyar dan Pasar Gagan Sawahan Boyolali. Pelanggan juga bisa memesan kerupuk bandung gurih dan renyah ini dengan menghubungi Muchtarom di nomor telepon 081392985492.

“Kendala cuma satu yakni pemasaran karena susahnya mencari tenaga kerja juga berpengaruh tinggi pada kapasitas dan pasaran yang minim,” ujar dia.

Muchtarom menjual kerupuk matang dengan harga Rp500 per biji, sedangkan kerupuk mentah dijual seharga Rp200 per biji. Kerupuk buatan pria 57 tahun ini masih digemari karena rasa gurih bawang dan kerenyahan alami tanpa bahan pengawet.

Potensi Desa LAINNYA
Dari Hobi Jadi Rezeki
Kamis 18 Mei 2017
Beradu Kicau Merdu di Gantangan Pule
Rabu 22 November 2017
Beras Berkualitas, Konsumen Puas
Rabu 22 November 2017