Beranda / Potensi Desa / Sehat Dengan Jamu Serba Seribu
Sehat Dengan Jamu Serba Seribu
Rabu 22 November 2017

PAKEL – Jamu bisa menjadi obat herbal tradisional yang menyehatkan tubuh saat letih, pegal, meriang,atau terserang penyakit tertentu. Belakangan ini, jamu tradisional sudah jarang ditemui. Namun, Anda masih bisa merasakan segarnya jamu tradisional racikan Ngatiyem di Dukuh Pakel RT 011/ RW 002, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.

Ngatiyem biasa menjajakan jamu secara berkeliling menggunakan sepeda ontel setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 07.00 WIB. Hanya dengan membayar Rp1.000, Anda sudah bisa menikmati segelas jamu nan berkhasiat.

Ngatiyem menjual berbagai jenis jamu, seperti jamu sirsak sebagai obat kanker, jamu daun pepaya dan temulawak untuk meningkatkan nafsu makan, atau jamu brotowali untuk mencegah segala penyakit. Selain itu, Anda juga bisa membeli jamu kulit manggis dicampur sirsak dan sirih yang ampuh untuk melangsingkan perut. Ada pula jamu sirih sebagai obat keputihan, jamu gebyuran untuk pelancar air susu ibu (ASI), beras kencur untuk mencegah masuk angin, kunir asam pelancar haid, dan kunir tawar pereda nyeri haid.

Ngatiyem menggunakan wadah kayu untuk menopang botol-botol jamu saat berkeliling dari Dukuh Pakel hingga Dukuh Pereng. Ibu lima anak ini juga membawa dagangan titipan berupa gorengan, jajanan pasar, dan kue-kue.

Jika barang dagangannya ludes terjual, Ngatiyem bisa mengantongi penghasilan kotor Rp300.000 per hari. Selain berjualan keliling, wanita 47 tahun ini juga melayani pemesanan jamu seharga Rp7.000 untuk botol besar, Rp3.000 untuk botol ukuran sedang, dan Rp2.000 per botol kecil. Pemesan jamu berasal dari luar Desa Pakel, seperti Kecamatan Simo dan Gondang. Pelanggan bisa menghubungi Ngatiyem di nomor telepon 081548635908 untuk memesan jamu.

Meski tidak menggunakan bahan pengawet, Jamu buatan Ngatiyem bisa bisa bertahan selama lima hari jika disimpan di kulkas. Namun, jamu harus habis dalam satu hari jika tidak disimpan di kulkas.

Sejak berjualan jamu dari tahun 1988, Ngatiyem sudah merasakan pahit manis menjadi pengusaha kecil. Dia pernah berjualan sayur di pasar dan berjualan kerupuk keliling. Karena pendapatan kurang mencukupi, Ngatiyem beralih berjualan jamu gendong. Kini, nenek satu cucu ini mulai nyaman berjualan jamu keliling dengan sepeda.

Potensi Desa LAINNYA
Bra Lajimin Mutu Terjamin
Rabu 22 November 2017
Laundry UMMI QU Rapidan Wangi
Rabu 22 November 2017
Sangkar Kokoh, Harga Terjangkau
Rabu 22 November 2017